|
Pengertian Infeksi neonatal adalah sindrom klinis dari penyakit sistemik akibat infeksi selama satu bulan pertama kehidupannya. Infeksi pada BBL dapat terjadi in uteri (antenatal), pada waktu persalinan (intranatal), setelah lahir dan selama periode neonatal (pasca natal) Penyebab Bakteri : E.coli, pseudomunos, clostridium tetani, stapylococcus aureus, gonococcus, streptococcus, salmonellostis. Virus : Rubella, palromyelitis, variela. Sprochata : treponema pallidum. Jamur : candida albicans. Infeksi saat persalinan terjadi akibat aspirasi cairan amnion yang terinfeksi atau cairan vagina, tinja, dan urine ibu. Semua infeksi yang terjadi setelah lahir disebabkan oleh pengaruh lingkungan. Faktor resiko terjadinya infeksi neonatal Ibu demam ante & pasca natal KPD Persalinan dengan tindakan Timbul asfiksia pada saat lahir BBLR Jenis Infeksi Infeksi berat, termasuk : sifilis congenital, sepsis neonatrium, meningitis, pneumonia, diare epidemic, pielonefritis, ostitis akut, tetanus neonatorum. Infeksi ringan, termasuk : infeksi pada kulit, oftalmia neonatorum, infeksi tali pusat, moniliasis. INFEKSI NEONATAL KATEGORI A Kesulitan bernapas (mis. apnea, napas lebih dari 30 kali per menit, retraksi dinding dada, grunting pada waktu ekspirasi, sianosis sentral) Kejang Tidak sadar Suhu tubuh tidak normal, (tidak normal sejak lahir & tidak memberi respons terhadap terapi atau suhu tidak stabil sesudah pengukuran suhu normal selama tiga kali atau lebih, menyokong ke arah sepsis) Persalinan di lingkungan yang kurang higienis (menyokong ke arah sepsis) Kondisi memburuk secara cepat dan dramatis (menyokong kearah sepsis) KATEGORI B Tremor Letargi atau lunglai Mengantuk atau aktivitas berkurang Iritabel atau rewel Muntah (menyokong ke arah sepsis) Perut kembung (menyokong ke arah sepsis) Tanda tanda mulai muncul sesudah hari ke empat (menyokong ke arah sepsis) Air ketuban bercampur mekonium Malas minum sebelumnya minum dengan baik (menyokong ke arah sepsis) Dugaan sepsis Jika tidak ditemukan riwayat infeksi intra uteri, ditemukan satu kategori A dan satu atau dua kategori B maka kelola utk tanda khususnya. Lakukan pemantauan. Jika ditemukan tambahan tanda sepsis, maka dikelola sbg kecurigaan besar sepsis. Kecurigaan besar infeksis Pada bayi umur spi dgn 3 hari Bila ada riwayat ibu dgn infeksi rahim, demam dgn kecurigaan infeksi berat atau (KPD) atau bayi memp 2 atau lebih Kategori A ,atau 3 atau lebih Kategori B Pada bayi umur > dari tiga hari Bila bayi mempunyai dua atau lebih temuan Kategori A atau tiga atau lebih temuan Kategori B. Pemantauan (“Monitoring”) Tumbuh Kembang Komplikasi yg sering terjadi pd penderita dgn sepsis dpt mengakibatkan ggn tumbuh kembang gejala sisa neurologis berupa retardasi mental, gangguan penglihatan, kesukaran belajar, kelainan tingkah laku. Penanganan Pertahankan tubuh bayi tetap hangat ASI tetap diberikan Mengatur posisi tidur (semifowler) agar sesak berkurang Apabila suhu tinggi lakukan kompres hangat Apabila bayi muntah, lakukan perawatan muntah yaitu posisi tidur miring ke kiri atau ke kanan Apabila ada diare, perhatikan personal hygiene Perawatan sumber infeksi, misalnya pada infeksi tali pusat diberi salep yang mengandung neonisin dan bastrosin Diberi antibiotika berspektrum luas Bila perlu diberi oksigen Infuse untuk mencegah dehidrasi Referensi : www.Asuhan keperawatan anak dan neonatus.blogspot.com
|