|
1. Pengertian Mioma uteri adalah suatu tumor jinak berbatas tegas, tidak berkapsul yang berasal dari otot polos dan jaringan ikat fibrous. (3) Mioma uteri bisa juga di sebut fibromioma uteri, leiomioma uteri, atau uterin fibroid. (3) 2. Etiologi Walaupun mioma uteri ditemukan terjadi tanpa penyebab yang pasti, namun dari hasil penelitian Miller dan Lipschlutz dikatakan bahwa mioma uteri terjadi tergantung pada sel sel otot imatur yang terdapat pada Cell Nest yang selanjutnya dapat dirangsang terus menerus oleh hormon estrogen. (1,8) Estrogen berpengaruh terhadap timbulnya mioma uteri, sebab pada jaringan mioma terdapat jumlah reseptor estrogen yang lebih tinggi dibandingkan jaringan miometrium sekitarnya. Hubungan antara mioma dengan estrogen : a. Mioma uteri membesar pada usia reproduksi dan regresi pada pasca menopause b. Mioma uteri sangat responsif terhadap terapi obat GnRH analog. 3. Patofisiologi Patofisiologi pertumbuhan mioma uteri berdasarkan teori dari De Snoe dan Meyer yang menyatakan bahwa untuk terjadi mioma uteri harus terdapat dua komponen penting, yaitu : a. Sel nest : Sel muda yang mudah terangsang b. Estrogen : Perangsang sel nest secara terus menerus Oleh karena estrogen tidak merangsang terus menerus, pertumbuhan sel nest menjadi tidak berkelanjutan melainkan bergelombang laksana lapisan berambang. Pada saat palpasi, mioma elastis, padat, melingkar, sering kali multiple sedang pada pemeriksaan mikroskopik, fibroid tampak berbentuk tidak teratur, simetris, atau multilobular sehingga teori sel nest De snoe dan Meyer dapat dibuktikan. (6) 4. Klasifikasi Klasifikasi Mioma uteri berdasarkan lokasi dan letak : a. Menurut Lokasi : 1) Fundus uteri 85 90% 2) Korpus uteri 85 90% 3) Serviks 5 10% b. Menurut letaknya, mioma uteri dibagi menjadi : 1) Mioma uteri Intra Mural atau Interstisial Mioma terdapat di dinding uterus diantara serabut miometrium 2) Mioma uteri Submukosa Mioma terdapat dibawah lapisan mukosa uterus, tumbuh ke arah kavum uteri (dapat bertangakai dan keluar ke vagina melalui kanalis servikalis disebut mioma geburt olip fibroid) 3) Mioma Subserosa Terdapat sedikit di bawah serosa uterus, menonjol keluar melalui dinding luar uterus a) Mioma Peduncularis Mioma submukosa atau subserosa yang melekat pada uterus melalui suatu pedikulus. 4) Mioma Parasitik Mioma yang terlepas dari jaringan induknya, kemudian melekat pada jaringan lain (misalnya : omentum / ligamentum / usus) 5) Mioma Intraligamentosa Terdapat di dalam ligamentum latum a) Mioma Servikal : Biasanya kecil dan asimtomatik. Mioma ini dapat menjadi pedunkulatum atau menonjol keluar dari serviks dan menjadi terinfeksi. Mioma ini dapat masuk lagi kedalam uterus karena kehamilan. (4,5,7,8) 5. Penatalaksanaan a. Konsultasi dengan dokter kandungan atau ginekologi. b. Beck dan Whitehouse mengutarakan bahwa dari semua mioma uteri tidak membutuhkan suatu pengobatan dalam bentuk apapun. Oleh sebab itu, jika mioma uteri masih kecil dan tidak menimbulkan gejala dan khususnya bagi penderita yang mendekati masa menopause, pengobatan tidak diperlukan. Cukup dilakukan pemeriksaan pelvis secara rutin tiap 3 atau 6 bulan. c. Apabila terjadi degenerasi merah pada mioma, biasanya sikap konservatif dengan istirahat baring dan pengawasan yang ketat memberi hasil yang memuaskan. d. Dalam dekade terakhir usaha untuk mengobati mioma uteri yaitu, dengan GnRH agonist (GnRHa). Hal ini didasarkan atas pemikiran leiomioma uterus terdiri atas sel sel otot yang diperkirakan dipengaruhi oleh estrogen. GnRHa yang mengandung reseptor gonadotropin di hipofisis akan mengurangi sekresi gonadotropin yang mempengaruhi leiomioma. Pemberian GnRHa (buseriline asetat) selama 16 minggu pada mioma uteri menghasilkan degenerasi hialin di miometrium hingga uterus dalam keseluruhannya menjadi lebih kecil. Akan tetapi setelah pemberian GnRHa dihentikan, leiomioma yang lisut itu tumbuh kembali dibawah pengaruh estrogen oleh karena mioma itu masih mengandung reseptor estrogen dalam konsentrasi yang tinggi. Dan perlu diketahui, penderita mioma sering mengalami menopause yang terlambat. (8) e. Perawatan Rumah Sakit (a) Perbaikan keadaan umum (misalnya keadaan anemia gravis atau perdarahan hebat) (b) Persiapan pembedahan. Penanganan mioma uteri tergantung pada umur ibu, jumlah anak, lokasi tumor, besar tumor, status fertilitas. Penanganan terdiri dari : a. Penanganan konservatif bila Mioma yang kecil pada pra dan post menopause tanpa gejala Caranya : 1) Observasi dengan pemeriksaan pelvis secara periodic setiap 3 6 bulan 2) Bila anemia, HB <8 gr % ,transfusi prc ( packed red cell ) 3) Pemberian zat besi 4) Penggunaan agonis hormone pelepas gonadotropin (GnRHa) Leuprolid acetat 3,75 mg intramuskuler pada 1 3 menstruasi setiap minggu sebanyak 3 kali b. Penanganan operatif bila : 1) Ukuran tumor lebih besar dari ukuran uterus 12 14 minggu kehamilan. 2) Pertumbuhan tumor cepat 3) Mioma Subserosa bertangkai dan torsi 4) Bila dapat menjadi penyulit pada kehamilan berikutnya 5) Hipermenorhea pada mioma submukosa 6) Penekanan pada organ sekitar Jenis Operasi (pembedahan) yang dilakukan berupa : 1. Embolisasi Namun dapat menyebabkan infark pada fibroid, disertai nyei hebat tetapi hanya bersifat sementara, tingkat kesembuhan 80%, pengaruhnya pada kesuburan tidak diketahui. 2. Miomektomi Dilakukan pada penderita infertil atau yang masih menginginkan anak. 3. Histerektomi Dilakukan pada pasien yang tidak menginginkan anak lagi. Tindakannya ada dua cara, yaitu : a) Histerektomi abdominal dilakukan bila tumor besar terutama mioma intraligamenter, torsi, dan akan dilakukan ooforektomi b) Histerektomi Vaginal dilakukan bila tumor kecil (Ukuran tumor < gravid 12 minggu ) atau disertai dengan kelainan di vagina misalnya rektokel, sistokel, entrokel. (1,3) 4. Radioterapi Tindakan ini bertujuan agar ovarium tidak berfungsi lagi sehingga penderita mengalami menopause. Radioterapi ini umumnya hanya dikerjakan bila terdapat kontra indikasi untuk pengobatan operatif. Akhir akhir ini kontra indikasi tersebut makin berkurang. Radioterapi hendaknya hanya dikerjakan apabila tidak ada keganasan pada uterus. 5. Adenomiosis Adenomiosis adalah adanya sarang endometriosis diantara serabut miometrium. 6. Hemangioma Tumor jinak pembuluh darah ini jarang sekali ditemukan. Umumnya didapatkan secara kebetulan pada pemeriksaan histologik uterus yang diangkat karena perdarahan. (8) Referensi : Corwin Elizabeth, 2009, Handbook Of Pathophysiology : 243 244 Third Edition, Eel komara Yudha, et all. Bagian / SMF Ostetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran UNHAS RSUP Wahidin Sudirohusoso, 2001, Pedoman Diagnosis dan Terapi : 233 236, Makassar. Manuaba, Ida Bagus Gde, 2007, Ilmu Kebidanan ,Penyakit Kandungan dan KB untuk pendidikan bidan : 409 412, EGC, Jakarta.
|