KERANJANG BELANJA

Lihat Belanjaan
Belanjaan Anda Masih Kosong

KATEGORI PRODUK

ARGAN OIL MINYAK ARGAN HERBAL THERAPY GARAM BUKIT NATURAL HERBAL TANDUK RUSA DETOX FOOT PATCH ROQYAH DG HALTIT VS JIN EXTRAX HERBAL WATER MABKHARA – OUD BURNER ALAT KESEHATAN MAWADDA NATURE CARE ARAB HERBS & SPICES SANDAL KESEHATAN ANEKA AKSESORIS PERFUMES - ATTAR AIR FRESHENER OLIGANCE PARIS YOKO COLECTION SAFFRON WATER THYME WATER ANISEED WATER NATURAL ROSE WATER BURNS-INJURIES OIL MOROCCAN BLACK SOAP OIL BULU DADA & MATA ARABIC QAHWA (COFFEE) HAIR-SKIN-MESSAGE OIL VICK & MINYAK GOSOK DAUN ZAITUN KERING HERBAL STOP SMOKING PERFUMES CREAM MASTIC - MASTICA GUM PERAWATAN GIGI PERAWATAN TUBUH SANDA OIL-DESERTLIZARD NATURAL HAIR REMOVAL MINUMAN SEHAT HERBAL THIBB NABAWI BEKAM-HIJAMAH-CUPPING HOOKAH & SHISHA DAUN - SERBUK- SIDR ZAITUN - TIN - APRICOT GARAM & MUD LAUT MATI KACANG & KISMIS CARDAMON KAPULAGA HERBAL UNTUK DIET HULBA-HELBA-KALABET TALBINA - BARLY BIBIT MINYAK WANGI SHILAJIT HERBAL GHASSOUL CLAY JADAM ARAB LUBAN - KEMENYAN ARAB MINYAK SAMIN BALADI TEH HERBAL BEE POLLEN SARI BUNGA KADAL MESIR ASLI RUMPUT FATIMAH SAFFRON IRAN SIWAK- - MISWAK BAKHOOR - DUPA ARABI HAJAR SAADAH SUPER HATI UNTA DARI MEKKAH KAYU MANIS CINNAMOUND MAAJOON ARAB HERBAL ALREHAB PERFUMES HAMIL AL MUSK SURRATI PERFUMES AHLAN PERFUMES MINIATURE DE PARFUM SMART PERFUMES ALAT MUSIK ARABIA MADU ARAB MINYAK HABBA SAUDA SERBUK HABBA SAUDA KOPI KURMA & BARLEY KURMA MADINAH & TUNIS SARI KURMA SERBUK BUNGA KURMA SARI BUAH DELIMA MERAH SERBUK DELIMA AIR ZAM-ZAM MINYAK ZAITUN CETAKAN HENNA PEWARNA RAMBUT CELAK MATA (KHOL) GINSENG BEE PROPOLIS ROYAL JELLY HENNA PACAR (INAI) SABUN & CREAM & SPA SHAMPOO HERBAL PARFUME OIL 8 ML PARFUME OIL 3 ML HERBAL PASUTRI PERALATAN IBADAH PERAWATAN RAMBUT

Daftar semua Produk


Pencarian Tingkat Lanjut




Lupa Password?
Belum memiliki account ? Daftar

KONTAK ONLINE

KAMI  MELAYANI
PESANAN
ONLINE

MARKETING


SALES


SALES



 Email : Sales

JUMLAH PENGUNJUNG

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday318
mod_vvisit_counterYesterday1628
mod_vvisit_counterThis week8704
mod_vvisit_counterThis month30845
mod_vvisit_counterAll1655820

PENGUNJUNG ONLINE

Saat ini ada 22 tamu online

PEMBAYARAN


murah.gif, 1 kB
Radang Usus Buntu PDF Cetak E-mail
Radang Usus Buntu

Sebelum dibahas lebih jauh mengenai radang usus buntu yang dalam bahasa medisnya disebut Appendicitis, maka lebih dulu harus difahami apa yang dimaksud dengan usus buntu. Usus buntu, sesuai dengan namanya bahwa ini merupakan benar-benar saluran usus yang ujungnya buntu. Usus ini besarnya kira-kira sejari kelingking, terhubung pada usus besar yang letaknya berada di perut bagian kanan bawah.

Usus buntu dalam bahasa latin disebut sebagai Appendix vermiformis, Organ ini ditemukan pada manusia, mamalia, burung, dan beberapa jenis reptil. Pada awalnya Organ ini dianggap sebagai organ tambahan yang tidak mempunyai fungsi, tetapi saat ini diketahui bahwa fungsi apendiks adalah sebagai organ imunologik dan secara aktif berperan dalam sekresi immunoglobulin (suatu kekebalan tubuh) dimana memiliki/berisi kelenjar limfoid.


Seperti organ-organ tubuh yang lain, appendiks atau usus buntu ini dapat mengalami kerusakan ataupun ganguan serangan penyakit. Hal ini yang sering kali kita kenal dengan nama Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis).

  • Penyebab Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis)

    Penyakit radang usus buntu ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, namun faktor pencetusnya ada beberapa kemungkinan yang sampai sekarang belum dapat diketahui secara pasti. Di antaranya faktor penyumbatan (obstruksi) pada lapisan saluran (lumen) appendiks oleh timbunan tinja/feces yang keras (fekalit), hyperplasia (pembesaran) jaringan limfoid, penyakit cacing, parasit, benda asing dalam tubuh, cancer primer dan striktur.

    Diantara beberapa faktor diatas, maka yang paling sering ditemukan dan kuat dugaannya sebagai penyabab adalah faktor penyumbatan oleh tinja/feces dan hyperplasia jaringan limfoid. Penyumbatan atau pembesaran inilah yang menjadi media bagi bakteri untuk berkembang biak. Perlu diketahui bahwa dalam tinja/feces manusia sangat mungkin sekali telah tercemari oleh bakteri/kuman Escherichia Coli, inilah yang sering kali mengakibatkan infeksi yang berakibat pada peradangan usus buntu.

    Makan cabai bersama bijinya atau jambu klutuk beserta bijinya sering kali tak tercerna dalam tinja dan menyelinap kesaluran appendiks sebagai benda asin, Begitu pula terjadinya pengerasan tinja/feces (konstipasi) dalam waktu lama sangat mungkin ada bagiannya yang terselip masuk kesaluran appendiks yang pada akhirnya menjadi media kuman/bakteri bersarang dan berkembang biak sebagai infeksi yang menimbulkan peradangan usus buntu tersebut.

    Seseorang yang mengalami penyakit cacing (cacingan), apabila cacing yang beternak didalam usus besar lalu tersasar memasuki usus buntu maka dapat menimbulkan penyakit radang usus buntu.

  • Gambaran Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis)

    Peradangan atau pembengkakaan yang terjadi pada usus buntu menyebabkan aliran cairan limfe dan darah tidak sempurna pada usus buntu (appendiks) akibat adanya tekanan, akhirnya usus buntu mengalami kerusakan dan terjadi pembusukan (gangren) karena sudah tak mendapatkan makanan lagi.



    Pembusukan usus buntu ini menghasilkan cairan bernanah, apabila tidak segera ditangani maka akibatnya usus buntu akan pecah (perforasi/robek) dan nanah tersebut yang berisi bakteri menyebar ke rongga perut. Dampaknya adalah infeksi yang semakin meluas, yaitu infeksi dinding rongga perut (Peritonitis).

  • Tanda dan Gejala Penyakit Radang Usus Buntu

    Gejala usus buntu bervariasi tergantung stadiumnya;

    1. Penyakit Radang Usus Buntu akut (mendadak).
      Pada kondisi ini gejala yang ditimbulkan tubuh akan panas tinggi, mual-muntah, nyeri perut kanan bawah, buat berjalan jadi sakit sehingga agak terbongkok, namun tidak semua orang akan menunjukkan gejala seperti ini, bisa juga hanya bersifat meriang, atau mual-muntah saja.
    2. Penyakit Radang Usus Buntu kronik.
      Pada stadium ini gejala yang timbul sedikit mirip dengan sakit maag dimana terjadi nyeri samar (tumpul) di daerah sekitar pusar dan terkadang demam yang hilang timbul. Seringkali disertai dengan rasa mual, bahkan kadang muntah, kemudian nyeri itu akan berpindah ke perut kanan bawah dengan tanda-tanda yang khas pada apendisitis akut yaitu nyeri pd titik Mc Burney (istilah kesehatannya).

    Penyebaran rasa nyeri akan bergantung pada arah posisi/letak usus buntu itu sendiri terhadap usus besar, Apabila ujung usus buntu menyentuh saluran kencing ureter, nyerinya akan sama dengan sensasi nyeri kolik saluran kemih, dan mungkin ada gangguan berkemih. Bila posisi usus buntunya ke belakang, rasa nyeri muncul pada pemeriksaan tusuk dubur atau tusuk vagina. Pada posisi usus buntu yang lain, rasa nyeri mungkin tidak spesifik begitu.

  • Pemeriksaan diagnosa Penyakit Radang Usus Buntu

    Ada beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan oleh Tim Kesehatan untuk menentukan dan mendiagnosa adanya penyakit radang usus buntu (Appendicitis) oleh Pasiennya. Diantaranya adalah pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiology ;

    1. Pemeriksaan fisik.
      Pada appendicitis akut, dengan pengamatan akan tampak adanya pembengkakan (swelling) rongga perut dimana dinding perut tampak mengencang (distensi). Pada perabaan (palpasi) didaerah perut kanan bawah, seringkali bila ditekan akan terasa nyeri dan bila tekanan dilepas juga akan terasa nyeri (Blumberg sign) yang mana merupakan kunci dari diagnosis apendisitis akut.

      Dengan tindakan tungkai kanan dan paha ditekuk kuat / tungkai di angkat tinggi-tinggi, maka rasa nyeri di perut semakin parah. Kecurigaan adanya peradangan usus buntu semakin bertambah bila pemeriksaan dubur dan atau vagina menimbulkan rasa nyeri juga. Suhu dubur (rectal) yang lebih tinggi dari suhu ketiak (axilla), lebih menunjang lagi adanya radang usus buntu.

    2. Pemeriksaan Laboratorium.
      Pada pemeriksaan laboratorium darah, yang dapat ditemukan adalah kenaikan dari sel darah putih (leukosit) hingga sekitar 10.000 – 18.000/mm3. Jika terjadi peningkatan yang lebih dari itu, maka kemungkinan apendiks sudah mengalami perforasi (pecah).
    3. Pemeriksaan radiologi.
      foto polos perut dapat memperlihatkan adanya fekalit. Namun pemeriksaan ini jarang membantu dalam menegakkan diagnosis apendisitis. Ultrasonografi (USG) cukup membantu dalam penegakkan diagnosis apendisitis (71 – 97 %), terutama untuk wanita hamil dan anak-anak. Tingkat keakuratan yang paling tinggi adalah dengan pemeriksaan CT scan (93 – 98 %). Dengan CT scan dapat terlihat jelas gambaran apendiks.
  • Penanganan dan Perawatan Penyakit Radang Usus Buntu

    Bila diagnosis sudah pasti, maka penatalaksanaan standar untuk penyakit radang usus buntu (appendicitis) adalah operasi. Pada kondisi dini apabila sudah dapat langsung terdiagnosa kemungkinan pemberian obat antibiotika dapat saja dilakukan, namun demikian tingkat kekambuhannya mencapai 35%.

    Pembedahan dapat dilakukan secara terbuka atau semi-tertutup (laparoskopi). Setelah dilakukan pembedahan, harus diberikan antibiotika selama 7 – 10 hari. Selanjutnya adalah perawatan luka operasi yang harus terhindar dari kemungkinan infeksi sekunder dari alat yang terkontaminasi dll.

  •  






    AgenGrosir.Com is upfront
    © 2012 AgenGrosir.com